BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1. Untuk memudahkan terjadinya suatu transaksi penjualan tunai, maka dibuat sistem akuntansi pengendalian penjualan tunai pada CV Cahaya Berkat untuk memperlancar kegiatan operasionalnya. Dibawah ini dijelaskan bagian yang terkait dan kegiatan transaksi penjualan tunai, yaitu :
a. Customer Service : melayani Pelanggan yang datang kemudian membuat
Perintah Kerja Bengkel (PKB) 3 lembar; menyerahkan PKB 1 bersama kunci
ke Montir, PKB 2 ke Pelanggan dan mengarsip tetap PKB 3.
b. Montir : menerima PKB 1 bersama kunci dari Customer Service; melakukan
pekerjaan service; jika ada penggantian suku cadang, Montir harus mencatat
nya pada PKB 1; Montir bersama Pelanggan melakukan test drive; PKB 1
diserahkan ke Bagian Kasir beserta kunci.
c. Kasir : menerima PKB 1 beserta kunci dari Montir dan PKB 2 dari Customer
Service; mencocokan PKB 1 dan 2, apabila ada penggantian suku cadang Kasir memindahkan catatan pada PKB 2; Kasir menghitung jasa service dan harga suku cadang; Kasir menerima pembayaran dan membuat Faktur Penjual an (FP) 3 lembar; menyerahkan FP 2 ke Bagian Keuangan, FP 3 ke Bagian Akuntansi, FP 1 dan PKB 1 beserta kunci ke pelanggan serta mengarsip tetap PKB 2.
d. Bagian Keuangan : menerima FP 2 dari Kasir beserta uang; mencocokan jum
lah uang dengan FP 2; mengarsip tetap FP 2; menyetorkan uang ke Bank seti
ap hari dan menyerahkan Bukti Setor (BS) ke Bagian Akuntansi.
e. Bagian Akuntansi : menerima FP 3 dari Kasir dan BS dari Bagian Keuangan;
mencocokan FP 3 dengan BS; melakukan penjurnalan dan mengarsip tetap FP 3 dan BS, selesai.
Jumat, 16 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar