Liverpool - Fiorentina, Chelsea, Sunderland dan Olympique Lyon bergiliran menundukkan Liverpool. Akhir pekan ini The Reds akan bertemu Manchester United di Premier League. Bangkit atau makin sakit?
Kekalahan 1-2 dari Lyon Rabu (21/10/2009) dinihari WIB tadi dicatat Sky Sport sebagai kekalahan keempat beruntun yang untuk pertama kalinya diderita Liverpool dalam 22 tahun terakhir.
Tiga sebelumnya dialami Steven Gerrard dkk saat dijamu Fiorentina di Liga Champions tiga pekan silam, juga saat melawat ke Stamford Bridge dan Stadium of Light di kompetisi domestik. Kekalahan dari Lyon ditelan di Anfield di kancah Eropa Grup E.
Fakta itu pastinya dirasakan berat oleh para pemain, pelatih, dan suporter. Apalagi lawan berikutnya adalah "Setan Merah", di liga akhir pekan nanti. Kalah lagi sudah barang tentu bukanlah sebuah pilihan.
"Kami akan melalui jalan yang berat. Tapi kami pernah mengalaminya dan kami akan bangkit. Tidak ada keraguan soal itu," demikian wakil kapten Jamie Carragher, seperti mencoba meyakinkan fansnya.
"Kami selalu bisa bangkit karena kami punya banyak pejuang dan penuh karakter," sambung bek senior berusia 31 tahun itu dikutip dari situs resmi Liverpool.
Carragher menyebut bahwa laga melawan MU adalah sebuah momen yang sangat penting. "Inilah pertandingan yang kami butuhkan. Kalau kami menang, kami semua akan sangat terdongkrak."
Tentang kekalahan dari Lyon, Carragher tidak bisa menyembunyikan kekecewaaannya. Tidak menang saja sudah kecewa, apalagi kalah dengan sebuah gol di masa injury time.
"Kita tak pernah tahu bagaimana hasilnya. Kita hanya perlu waspada dan mencoba memenangi setiap pertandingan. Itulah yang sedang kami upayakan saat ini," pungkasnya.
Selasa, 20 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar